Tampilkan postingan dengan label my own. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label my own. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 Agustus 2016

#CerpenAjah Lucid Dream

Lucid Dream
**
20 Januari 2014
Hai, mungkin ini terdengar sedikit gila. Tapi aku rasa aku harus menulisnya. Akhir-akhir ini, aku mengalami mimpi buruk. Tidak begitu terlalu buruk sebenarnya, hanya sedikit menakutkan. Beberapa hari yang lalu aku bermimpi aneh. Ceritanya saat itu aku sedang bermain bersama teman-temanku dan tiba-tiba saja semuanya berubah menjadi gelap. Lalu, ada laki-laki bertopi lebar membawa gergaji mesin berusaha menyerangku dan teman-temanku. Aku berlari sekuat tenaga dari kejaran laki-laki itu dan kusadari bahwa di tempat itu aku sendirian dan pria itu hanya mengejarku. Ia tersenyum lebar menyeramkan dan aku benar-benar sangat ketakutan. Herannya, aku tau kalau saat itu aku sedang bermimpi sehingga aku berteriak keras di dalam hatiku agar aku bangun. Dan kemudian aku terbangun.
Aku berada di kamarku. Aku pun segera berjalan keluar kamar dan rumahku dalam kondisi gelap. Dapat kulihat ibuku sedang berdiri di depan pintu rumah dengan pintu terbuka lebar sambil memandang langit yang begitu gelap seperti ingin turun hujan. Lalu tiba-tiba saja aku merasa ketakutan. Aku masih berada di dalam mimpi! Ini tidak nyata! Aku kembali masuk ke kamar dan takut bahwa aku tidak bisa kembali ke dunia nyata. Aku pun segera berbaring kembali ke tempat tidurku, memejamkan mataku dan kemudian aku kembali ke dunia nyata.
Sejak saat itu, aku selalu merasa takut bila ingin tidur. Aku takut kalau aku tertidur, aku akan masuk ke dunia mimpi menyeramkan itu lagi dan tidak bisa terbangun. Sungguhan, aku sangat takut.
Aku ceritakan hal ini pada ibu dan kakak perempuanku, tapi mereka tidak ada yang percaya dengan ceritaku. Menurut mereka, aku terlalu banyak membaca cerita misteri. Padahal kenyataannya tidak seperti itu, aku sangat takut pada cerita-cerita seperti itu.
**
23 Januari 2014
Aku ceritakan tentang mimpi anehku itu pada sahabatku, Risa, lalu ia bilang bahwa ia pernah membaca di internet tentang hal tersebut. Katanya, kalau aku bermimpi seperti itu lagi, aku jangan pernah keluar dari kamarku. Aku harus tetap di dalam kamarku, karena bisa saja ‘makhluk lain’ memakai tubuhku seperti yang terjadi di film Insidious. Aku setengah-percaya padanya, karena ia terkadang terlalu percaya pada hal-hal mistis aneh seperti itu.
Risa sempat bilang, kalau aku bertahan sebentar lagi saja di mimpiku itu, aku bisa melakukan sesuatu yang bernama lucid dream. Kata Risa, lucid dream adalah dimana kita bisa menciptakan mimpi sesuai keinginan kita, seperti di film Inception. Aku memang sempat membaca, kalau mimpi yang seperti di film Inception adalah sungguhan, tapi aku tidak mempercayainya. Bagaimana mungkin kita bisa membagi mimpi kita pada orang lain?
**
24 Januari 2014
Aku bermimpi hal itu lagi. Namun seperti apa yang Risa katakan, aku tidak keluar kamar. Aku hanya berbaring saja di kamar dan memejamkan mataku. Lalu, ketika aku membuka mataku, aku berada di sebuah lorong panjang yang hitam dan gelap dimana di ujung lorong tersebut ada cahaya putih yang begitu menyilaukan.
Aku sangat takut, jadi aku putuskan untuk memejamkan mataku dan berteriak di dalam hati agar terbangun. Aku pun terbangun. Dan saat aku melihat jam, jam menunjukkan pukul 22.10. Artinya aku hanya tertidur selama sepuluh menit.
**
27 Januari 2014
Risa selalu menjadi teman yang mau mendengarkan omong kosongku. Teman-temanku yang lain hanya menganggap bahwa ceritaku itu menarik namun langsung mengalihkan pembicaraan kepada topik yang lain, seperti pacar, orang menyebalkan di kelas, guru yang menyebalkan, ataupun artis yang sedang beken. Bukannya aku tidak menyukai hal-hal seperti itu, tapi seleraku dan mereka sangat berbeda. Mereka menyukai yang orang-orang banyak sukai, seperti One Direction, Justin Bieber ataupun Maroon 5. Sedangkan aku lebih menyukai Jesse James, penyanyi pop Inggris yang menyanyikan lagu Fly Without You itu, sama seperti Risa.
Tadi, sepulang sekolah, aku pun menceritakan pada Risa mimpi yang aku alami beberapa hari yang lalu dan ia mengatakan padaku bahwa aku seharusnya pergi ke ujung lorong yang ada cahaya putih yang menyilaukan itu. Kukatakan padanya, bahwa aku terlalu takut karena disana gelap sama sekali. Tapi ia bilang, bahwa diujung sana adalah lucid dream. Aku bisa membangun mimpiku disana.
Aku pun bilang pada Risa, kalau mimpi itu hanya berdurasi sepuluh menit, padahal aku merasa sudah lama sekali disana. Lalu Risa bilang, kalau mimpi memang terasa lama sekali karena otak kita bekerja dengan sangat cepat (karena mimpi adalah ciptaan dari otak kita). Entahlah, aku rasa pernah mendengar hal seperti itu di film Inception.
**
28 Januari 2014
Aku mimpi kembali di lorong gelap itu dan berlari menuju cahaya putih yang menyilaukan itu. Namun semakin aku berlari, cahaya putih itu semakin menjauh. Aku pun merasa lelah dan memutuskan untuk bangun. Kemudian aku segera mengirim Risa pesan yang mengatakan bahwa cahaya di ujung lorong itu seperti bergerak menjauhiku dan aku tak kuat untuk mengejarnya lagi.
Paginya, Risa membalas pesanku dan bilang akan berkunjung ke rumahku besok.
**
29 Januari 2014
Risa berkunjung ke rumahku sore ini sepulang dari les bahasa Inggrisnya. Aku pun segera menceritakan mimpiku kemarin dan Risa bilang aku harus mencoba mengendalikan cahaya putih itu agar mendekatiku. Aku bilang aku tidak tau caranya, tapi Risa bilang aku setidaknya harus mencoba hal itu.
Kunjungan Risa hanya sebentar saja, ia harus segera pulang karena ada tugas. Katanya hari sabtu ini ia akan menginap di rumahku.
**
4 Febuari 2014
Risa datang menginap hari sabtu lalu, kami mengobrol hingga larut malam dan baru tertidur pukul 3 pagi. Aku bermimpi sedang di lorong gelap dengan cahaya putih menyilaukan di ujungnya. Seperti kata Risa, aku mencoba mengendalikan cahaya putih itu agar mendekatiku namun tidak bisa. Sepertinya itu di luar kemampuanku, jadi aku kembali berlari kearah cahaya itu. Dan saat itulah, tiba-tiba saja aku berhasil menjangkau cahaya putih itu dan tiba-tiba berada di sebuah taman bunga yang sangat indah. Matahari bersinar terang namun tidak terasa terik. Kupu-kupu berwarna-warni dan berterbangan. Aku dapat mendengar suara kicauan burung di pepohonan yang berada tidak jauh dari taman bunga itu.
Kemudian aku melihat Risa, sedang berjalan bergandengan tangan dengan seorang pria tidak dikenal. Aku berteriak memanggilnya, lalu Risa dan pria itu menoleh. Risa tersenyum padaku dan bilang kalau aku berhasil masuk ke lucid dream. Dan begitu kusadari, pria yang sedang bersama Risa adalah Zayn Malik, personil dari One Direction itu!
Risa kemudian menghampiriku dan menceritakan padaku bahwa ia sejak dulu sudah masuk ke lucid dream, itu sebabnya ia tau banyak. Namun tidak ada yang peduli pada ceritanya hingga akhirnya ia diam saja dan baru mulai berbicara ketika aku bercerita padanya. Risa bilang, sekarang tidak ada yang perlu ia rahasiakan lagi dariku. Ia juga bilang bahwa ia sangat menyukai dirinya di dalam lucid dream karena ia bisa memiliki apa yang bisa ia inginkan.
Aku mengatakan padanya bahwa ini hanya mimpi. Ia mengangguk setuju, “iya ini mimpi. Mimpi yang indah.” Katanya. Kemudian, Zayn Malik yang ada di genggamannya hilang dan semuanya berubah menjadi gelap dan kemudian aku terbangun. Begitu aku lihat, aku berpegangan tangan dengan Risa yang juga sudah bangun dari mimpinya. Sehabis itu ia tidak banyak berbicara dan pulang pada sore harinya.
Aku sedikit rada takut kalau Risa terlalu asik dengan dunia mimpinya.
**
7 Febuari 2014
Ibu Risa menelpon kalau Risa menjadi sedikit aneh. Katanya ia sering tertidur dalam waktu yang lama sekali bahkan sudah beberapa hari ini membolos sekolah. Itu terjadi setelah ia berkunjung ke rumahku. Aku rasa aku tau penyebabnya.
Besok aku akan mengunjunginya.
**
10 Febuari 2014
Sabtu lalu aku ‘sengaja’ menginap di rumah Risa agar bisa masuk ke lucid dreamnya. Ibuku sebenarnya menentangku untuk menginap disana karena akan merepotkan keluarga Risa, tapi aku bilang padanya bahwa aku sebisa mungkin tidak akan merepotkan mereka malahan aku akan membantu menjaga Risa.
Saat aku datang ke rumah Risa, Ibunya menyambutku dan mengatakan bahwa Risa tidak bangun sejak kamis lalu. Ibunya sudah memanggil dokter tapi kata dokter, ia tidak apa-apa. Aku pun segera masuk ke kamar Risa dan melihat ia sedang tertidur pulas. Aku segera memegang tangannya dan berusaha tertidur. Butuh waktu yang sedikit lama agar aku bisa tertidur karena aku tidak mengantuk.
Akhirnya, aku pun sampai di lorong gelap itu dan masuk ke cahaya putih itu. Kali ini bukan taman bunga, melainkan sebuah ruang tamu dengan perabotan lengkap mewah. Dinding ruang tamu itu bercat putih dengan langit-langit ruangan yang tinggi. Lalu, Risa tiba-tiba muncul memanggilku. Ia menatapku sedikit kaget karena aku berada di mimpi buatannya.
Ia menanyaiku macam-macam dengan nada bicara yang sedikit marah dan tiba-tiba saja senior Dhika hadir mengenakan pakaian kantoran sambil menggendong seorang anak kecil laki-laki berusia sekitar 3 tahun. Aku bertanya pada Risa apa maksud dari mimpinya ini karena senior Dhika adalah pacar kakaknya, tapi Risa malah mendorongku jatuh yang membuatku tiba-tiba saja terbangun. Kemudian Risa pun terbangun dan menatapku marah karena sudah memasuki mimpi yang telah dibangunnya susah payah.
Kami bertengkar hebat. Risa terobsesi dengan hal-hal yang tidak bisa dimilikinya karena itu ia berusaha mempelajari tentang lucid dream dan senang berada di sana. Tapi kukatakan padanya, seindah apapun lucid dream, itu bukanlah kenyataan. Risa menyuruhku keluar dari rumahnya tapi aku menolak. Disaat itulah, Ibu Risa masuk dan bersyukur karena berkat kehadiranku Risa terbangun kembali. Ibunya sempat menanyai Risa macam-macam namun Risa berbohong tentang apa yang terjadi. Kemudian, ia menyuruh Risa untuk makan karena sudah berhari-hari Risa tidak makan dan minum apapun. Risa pun menurut.
Tengah malam, Risa tiba-tiba membangunkanku dan mengatakan bahwa perkataanku benar. Seindah apapun lucid dream, itu bukanlah kenyataan. Aku senang dengan perkataannya. Syukurlah.
Esok paginya, kami berdua memutuskan untuk lari pagi di taman dan bertemu dengan teman laki-lakiku sekolahku. Aku dan Risa beda sekolah, tapi ia mengenal hampir semua temanku. Teman-temanku juga mengenal Risa karena mereka pernah satu sekolah di SMP yang sama. Mereka sempat berbasa-basi dan mengajak Risa kencan sabtu minggu depan. Ya, kuakui Risa memang lumayan menarik. Tapi Risa menolak ajakan itu dengan alasan hari senin mau ada ujian, padahal aku tau ia berbohong. Risa kemudian bilang padaku kalau ia masih belum bisa move on dari laki-laki di dalam lucid dream. Aku hanya bisa memanggilnya bodoh.
Sore harinya, aku pulang ke rumah dan mengatakan pada ibuku bahwa Risa sudah sadar dan ia senang mendengarnya. Setelah mengerjakan tugas bahasa, aku pun segera pergi tidur sambil terus membayangkan lucid dream. Dan tidak perlu waktu lama, aku berada di lorong gelap itu dan masuk ke cahaya putih tersebut. Namun tidak ada taman bunga ataupun ruang tamu, semuanya kosong, hanya ada ruang hampa berwarna putih.
Aku pun memejamkan mataku, mencoba menggambarkan di otakku sebuah padang rumput yang luas dengan sebuah pohon besar di tengah-tengahnya dengan matahari bersinar benderang namun tidak menyengat. Lalu angin bertiup sepoi-sepoi dan rambutku bergerak mengikuti arah angin. Kemudian aku merasakannya, angin bertiup pelan menyentuh rambutku dan aku membuka mataku, apa yang aku bayangkan menjadi kenyataan!
Aku tertawa di dalam hati dan mencoba membayangkan Jesse James hadir dan menggenggam tanganku. Kemudian aku merasa tanganku sedang digenggam seseorang dan ketika aku menoleh, Jesse James berdiri di sana. Aku pun teriak tidak percaya, idolaku berada di sebelahku! Jesse James tersenyum dan memelukku erat dan mengatakan bahwa ini bukanlah mimpi. Tubuhku terasa lemas ketika Jesse James bilang bahwa aku adalah gadis yang selama ini ia cari. Aku menangis tidak percaya tapi ia menenangkanku. Kemudian ia menggenggam tanganku dan mengajaknya pergi ke apartemennya di London.
Aku masuk ke apartemennya yang sangat mewah dan ia mengajakku untuk tinggal bersamanya. Aku bilang aku tidak bisa karena aku masih sekolah tapi ia bilang itu bukan masalah karena aku bisa melanjutkan sekolahku di sini bersamanya. Ia kemudian memelukku erat dan menggendongku ke atas tempat tidurnya.
Oh aku tidak bisa menceritakan hal itu di sini. Itu terlalu vulgar.
Lalu kemudian tiba-tiba saja, aku merasa terjatuh tanpa sebab dan terbangun di kamarku. Masih pukul lima pagi dan kemudian aku memutuskan untuk menulis jurnal ini. Oh entahlah, aku tidak tau kalau lucid dream begitu asik dan nyata. Aku jadi mengerti alasan Risa enggan bangun dari lucid dreamnya.
**
14 Febuari 2014
Risa mengganggu duniaku. Dia menyuruhku untuk berhenti. Kau yang seharusnya berhenti menggangguku, Ris! Jangan mengganggu hidupku!
**
20 Febuari 2014
Hidupku bukan di sini. Selamat tinggal.
**
16 Agustus 2014
Ini aku, Risa. Aku memutuskan untuk mengakhiri jurnal ini karena aku yang menyarankan pada Liza untuk menulis jurnal ini ketika ia cerita padaku tentang mimpi buruk dan aneh yang dialaminya. Seperti yang kalian tau, Liza tidak ingin keluar dari lucid dream yang dibuatnya. Itu terjadi sejak terakhir kali ia menulis jurnal ini. Aku ditelepon oleh Ibu Liza pada tanggal 12 Febuari, beliau bilang bahwa Liza tidak bangun-bangun setelah beberapa kali dibangunkan. Ia menghubungi dokter namun dokter bilang ia tidak apa-apa. Beliau bilang mungkin aku tau penyebabnya. Aku pun segera pergi ke rumah Liza dan menemukan jurnal ini di meja belajarnya. Ternyata benar dugaanku, ia terjebak di lucid dream buatannya.
Aku berulang kali mencoba memasuki lucid dream Liza, namun gagal. Dia seperti memasang perisai yang tidak bisa ditembus siapapun yang mencoba masuk ke dalam lucid dream miliknya. Setiap hari aku selalu datang ke rumah Liza, mencoba menembus perisai tersebut tapi tetap tidak berhasil. Tubuh Liza makin lama makin kurus dan dipasang berbagai selang agar tubuhnya tetap dalam kondisi yang stabil. Tapi itu tidak berlangsung lama, orangtua Liza tidak sanggup lagi membayar peralatan rumah sakit hingga akhirnya memutuskan untuk mengakhiri perawatan Liza pada bulan Juli. Liza yang malang itu masih tetap hidup namun akhirnya tubuhnya menyerah pada tanggal 15 Agustus kemarin.
Aku sangat menyayangkan keputusan Liza yang bodoh itu. Padahal ia yang mengatakan padaku, ‘lucid dream itu indah, tapi itu bukan kenyataan.’ Dasar Liza bodoh! Padahal aku sudah meninggalkan dunia itu! Kenapa malah kamu yang tinggal disana!! Bodoh!! Aku sangat membencimu!! Bodoooooohhhhh!!!!!!!!
**
Catatan penulis:
Akhirnya Risa membuang jurnal milik Liza setelah beberapa kali ia memimpikan Liza yang mengatakan padanya bahwa ia bahagia tinggal di lucid dream dan Risa harusnya tetap disana juga. Risa tidak tahan dan karena tidak bisa membakarnya (karena itu kenangannya dengan Liza),ia memutuskan untuk membuangnya di tempat sampah yang jauh dari rumahnya. Dan kemudian, penulis menemukan jurnal ini (tertera nama lengkap Liza di jurnal ini sehinga penulis bisa menelusuri kediaman Liza dan menemukan Risa untuk meminta keterangan tentang jurnal ini dan menjadikannya sebuah cerita untuk dipublikasikan).

*nama Risa dan Liza bukan nama sebenarnya (atas permintaan Risa sebelum cerita ini dipublikasikan).

--12/06/15--

Kamis, 20 Agustus 2015

[ESSAI] YOUNG FOREVER

Sebenernya ini gak ada hubungan sama lagu Nicki Minaj yang judulnya Young Forever itu. Tapi tiba-tiba aja muncul nama itu ketika gue memikirkan untuk menulis essai kali ini. Jadilah "YOUNG FOREVER" #suaratepuktangan #krik.
<i>Just say good bye, look in my eyes. So that I always will remember. Frozen in time, always be mine. Baby boy, you'll be young forever.</i>
 Yak itu tadi lagu Nicki Minaj - Young Forever (bagian reffnya doang sih).
Sebenernya sih gak nyambung-nyambung amat essai gue ini sama lagunya Nicki. Tapi seperti yang gue bilang tadi, judulnya pas sama essai ini.

Young Forever.

Ceritanya gue lagi iseng nyari-nyari gambar artis buat bahan percobaan visual novel gue. Terus tiba-tiba aja keinget coba ah cari keyword google "Lee Jun Ki", abis itu muncullah foto-foto Lee Jun Ki yang menurut gue udah gak muda lagi. Disitu gue langsung ngerasa, "aaaaakkk!! Emang dia udah setua itu apa?!!"
Terus gue coba searching lagi dengan keyword "Takashi Kashiwabara". Dan yang muncul juga sama, foto-foto Kashiwabara yang udah gak muda lagi. Rasanya mau nangis sambil terus teriak dalam hati "DIA GAK SETUA ITUUU!!"

Ini Takashi Kashiwabara. Ganteng kaaan???

Ini Lee Jun Ki. Kece banget kaaan????
Buat yang gak tau Takashi Kashiwabara, dia adalah pemeran Naoki Irie di dorama Jepang Itazura Na Kiss yang udah ada versi Korea dan Taiwannya yang mungkin jauh jauh lebih terkenal dari versi Jepangnya karena versi Jepangnya ini udah lama banget munculnya dan sekarang sih katanya di re-make lagi Itazura Na Kissnya.
Dia di dorama Jepang itu sumpah demi apapun keren banget. Ganteng banget. Aaaaakkk bener-bener gak kuat deh gue kalo nonton itu (gue punya keanehan kalo baca komik/nonton film terus tokoh cowoknya tuh kerennya gak manusiawi(?) gue suka gak kuat gitu nontonnya. Yaaah, macam kalo di anime bakal mimisan gitu deh).
Walaupun gue taunya dorama yang dimaenin Kashiwabara-kun cuman Itazura Na Kiss, tapi itu melekat erat di otak gue dari gue SD. DEMI APAPUN. Gue udah nonton serial dorama Jepang/Korea/Taiwan dari SD gara-gara pengaruh Tante gue yang demen banget nonton begituan.
Waktu itu dorama-doramaan gencar-gencarnya di tayangin oleh Indosiar. Gue pun nontonin terus abis pulang sekolah. Dan pas itu, ada dorama Jepang yang diputerin jam 2 siang. Gue nonton dah itu dan ternyata dorama Jepang namanya Itazura Na Kiss. Waktu itu gue lagi kelas berapa ya, gue lupa. Pokoknya jauh sebelum ada Jang Geum deh. Bener-bener jadul banget.
Itazura Na Kiss nih. Kotoko sama Naoki. Ganteng kaan Kashiwabara-san???
Dan Lee Jun Ki itu pemain film Fly Daddy Fly dan K-drama My Girl. Gue pertama ngeliat dia saat nonton My Girl di rumah sama kakak gue. Di situ dia adu peran sama Lee Dae Hae sama Lee Dong Wook (kakak gue demen banget sama Lee Dong Wook). Terus yaudah deh abis itu Indosiar nayanginnya Jang Geum kalo gak salah, apa Full House gitu (eh apa BBF ya?).
Gue gak ngeliat Jun Ki Oppa lagi sampe akhirnya gue SMK dan ketemu orang-orang yang demen Korea. Si Gita ngasih film Fly Daddy Fly dan disitu ada Lee Jun Ki. Dan dia kece banget. Sumpah.
Lee Jun Ki di My Girl. Gue inget sempet bikin komik dari cerita ini wkwk

Terus apa hubungannya sama judulnya??
Oke back to topic.
Karena gue mengharapkan mereka muda selamanya.
Gak tau kenapa gue ngerasanya kok mereka cepet banget sih gak mudanya lagi, kayaknya gue belum juga sepantaran mereka di real life, tapi kenapa perbedaan usia kita jadi jauh lagi?
Bukan, gue gak lagi delusi plis.
Maksudnya kayak, gue baru mengenal mereka yang berusia 17. Tapi kok tiba-tiba mereka udah mau menginjak kepala 4. Maksud gue, kok cepet banget sih?
Apa gak bisa di tahan gitu kek umur mereka, seenggaknya sampe gue mencapai umur mereka saat gue mengenal mereka.
Mereka kece banget pas masih muda.
Bukan gue bilang pas udah gak muda mereka gak kece, masih kece tapi ada yang kurang.
Youth, perhaps?
Sengaja gue gak taro foto mereka yang udah gak muda di blog gue soalnya gue mau biarin diri gue terperangkap dengan delusi gue penuh sama mereka yang gue kenal. Mungkin bisa dibilang gak mau terima kenyataan, but still... Gue gak merasa puas dengaan mereka saat masih muda. Gue masih kurang mengenal mereka.
Aaaaakkk, I'm little bit crazy now I guess.
Mungkin gue fans egois yang selalu menginginkan mereka muda selalu, ataupun bukan fans karena menyukai mereka saat mereka muda doang. Tapi gimana pun juga gue suka mereka. Gue pengen mereka muda selalu, jadi gue bisa lebih mengenal mereka, gue jadi lebih bisa mengagui mereka. Gue pengen mengenal mereka lebih jauh dan gue bisa ikut merasakan bersama menjadi gak muda. Gak kayak gini.
Rasanya apa ya... cinta di waktu yang salah (lho).?
Yang jelas, andai aja waktu bisa berhenti di saat mereka masih muda itu. Kemudian gue bisa mengenal mereka lebih jauh di usia yang sama. Dan bisa jatuh cinta padanya....

p.s ngantuk berat cui maap rada mabok dikit nulisnya(?)

Selasa, 16 Juni 2015

[ESSAI] WILD BASE BALLERS

Wild Base Ballers.

Komik yang gue baca dari majalah Komik Shonen Magz. Pertama kali gue liat, pasti komik ini bakal manly banget. Tentang persahabatan antara cowok yang dipersatukan oleh baseball. Well, I’m right. Tapi, pikiran gue ternyata beda sama jalan cerita komik ini. Jadi Wild Base Ballers ini ceritanya tentang SMU khusus murid berandalan yang berusaha mendirikan klub baseball agar bisa bertanding di Koshien dan memenangkannya. Dimulai oleh Issei Aoki, murid terjahat dalam sejarah yang keluar dari rehabilitasi dan masuk ke SMU Ryukasa. Ia bertekad untuk mendirikan klub baseball agar bisa bertanding di Koshien. Namun hal itu tentunya gak mudah. Mengingat sekolah mereka adalah sekolah murid berandalan dan masyarakat sudah memandang negatif Issei dkk.

Memang para pemain baseball SMU Ryukasa ini sudah tidak melakukan aktifitas berandalan seperti dulu, tapi yang namanya cap negatif itu sulit untuk dilepaskan. Semangat Issei dkk di lapangan baseball tidak redup walaupun dicemooh habis-habisan oleh masyarakat. Dan itulah yang ngebuat gue kagum sama mereka semua. Semangat mereka yang ingin menang di setiap pertandingan dan tampil di Koshien bener-bener ngebangkitin semangat gue untuk terus semangat melakukan hal yang gue suka tanpa menghiraukan apa yang orang judge tentang gue ataupun kesukaan gue.

Dan ending komik ini bener-bener bikin gue termenung. Ya, jelas. Mengingat ini beneran persis sama apa yang gue alamin dulu.

[SPOILER ALERT. DIBAWAH INI CERITA TENTANG ENDINGNYA. YANG BELOM BACA ENDING WBB JANGAN BACA DULU DEH. ABISIN AJA DULU KOMIKNYA]

Jadi setelah Yukimura ambruk dan dibawa dengan ambulans, tim baseball SMU Ryukasa terus berjuang hingga habis-habisan melawan SMU Kumadai. Tapi namanya juga klub baseball baru dua bulan, mereka kalah. Dan setelah itu monolog Issei tentang kelanjutan apa yang terjadi dengan mereka. Klub baseball mereka hanya bertahan hingga satu tahun dan mengalami skorsing di pertandingan hingga dua tahun karena melakukan perkelahian diakhir pertandingan melawan SMU Kumadai. Selain itu, setelah mereka semua lulus, mereka melanjutkan hidup mereka masing-masing. Semangat mereka selama satu tahun bermain baseball bersama itu hilang tidak berbekas. Kemana? Kemana perginya semangat masa muda mereka pergi? Kemana semangat mereka yang berjuang mati-matian demi bisa bermain baseball yang mereka sukai? Apa yang terjadi? Apakah mereka sudah tidak menyukai baseball lagi?

Jawabannya bisa jadi. Ketika kita menyukai sesuatu, tentu itu tidak mudah. Kita harus berani mengambil resiko sekecil apapun itu. Seperti Issei dkk yang menyukai baseball. Mereka bisa menanggung resiko ketika mereka menyukai baseball, dicemooh, dilempari sampah, dipandang negatif oleh semua orang karena mereka berandalan dan mereka bermain baseball. Lalu kenapa mereka berhenti bermain baseball diakhir cerita? Bukankah itu menyedihkan?

Iya well, jujur itu menyedihkan banget. Mungkin ini komik yang punya ending mendekati realita. Mereka berhenti karena hidup mereka harus maju. Mungkin mereka bisa terus berlanjut bermain baseball, tapi tidak semua orang mempunyai bakat bermain baseball seperti halnya Issei ataupun Shuko. Semuanya suka dan cinta baseball, tapi masa depan mereka belum tentu akan bagus dan sesuai dengan apa yang mereka impikan jika mereka terus bermain baseball. Mungkin itulah yang ada dipikiran Toru Fujisawa-sensei dan Taro Sekiguchi-sensei. Ketika kita menyukai sesuatu, belum tentu sesuatu itu adalah masa depan yang harus kita raih. Ketika kita menyukai sesuatu dan ingin menjadikannya impian kita, ada baiknya kita memikirkan segala aspek apakah kita bisa meraih impian itu atau tidak. Karena masa depan dan hidup menjadi orang dewasa tidak semudah itu. Kita tidak bisa hidup seenaknya. Banyak yang harus kita tanggung dan pikirkan. Dan itu yang gue rasakan saat ini.

Saat gue SMK, gue passion banget sama yang namanya film. Gue suka film dan gue terobsesi pengen menjadi sutradara. Gue pun belajar, belajar dan belajar hal yang gak gue tau agar bisa menguasai semua peralatan syuting, biar gue bisa jadi sutradara. Tapi menjelang kelulusan gue kembali berpikir, benerkah jalan yang gue ambil ini? Gue pengen jadi sutradara. Untuk kuliah jurusan itu, mahal. Sedangkan nyokap gue sendiri masih bayarin kakak gue yang kuliahnya mahal. Akhirnya, gue pun membuang impian gue yang pengen jadi sutradara dan berpindah jalur jadi kuliah jurusan pendidikan.

Gue emang membuang impian gue itu, tapi di lubuk hati gue yang terdalam gue masih pengen jadi sutradara. Tapi walaupun gue gak bisa jadi sutradara setidaknya gue bisa nonton film dan ada yang menghubungkan gue dengan impian gue yang satu itu. Dan gue masih rada miris juga kalo mengingat jaman gue SMK dulu itu yang tergila-gilanya pengen jadi sutradara. Apa aja yang gue lakuin, kerja keras gue, tekad gue yang tinggi. Miris karena semua tinggal kenangan yang gak ada sangkut pautnya dengan masa depan gue yang sekarang lagi gue bina.

Sekali lagi, Wild Base Ballers sukses bikin gue termenung mengingat gimana perasaan saat dulu mencintai impian lu tanpa memikirkan apa-apa selain cara gimana meraihnya. Gak memikirkan masa depan. Gak memikirkan efeknya. Resikonya. Hanya memikirkan gue mau impian gue tercapai.

Thank you Toru Fujisawa-sensei and Taro Sekiguchi-sensei.


:’)

Kamis, 02 April 2015

Ekspedisi Gila

Well, gue sih berharap akan ada ekspedisi gila lainnya. (apasihlu)

Jadi ceritanya, ekspedisi gila ini kegiatan jalan-jalan gue. kalo pengen tau bisa baca disini ngebolang ke bandung. itu sih tulisan di blog lama gue, tapi sekarang gue udah pindah kesini hehe. yah, kebiasaan sering pindah-pindah blog dengan alasan nama sering gue lakukan.

Lanjut, kegiatan ini bermula saat gue abis pulang nonton sama temen secret gue (ntar gue ceritain di lain waktu). terus, karena gue udah commit sama temen secret gue ini untuk gak mengetahui identitas masing-masing, jadi gue bilang gue mau ketemu temen gue di bubble langganan gue. gue pun minta dyani, temen gue dari smp, buat melengkapi alibi gue(?). nah, akhirnya gue sampe di bubble langganan dan tinggal nunggu dyani (si temen secret gue langsung pulang abis itu). pas dyani udah sampe, dia cerita lagi bete sama emaknya karena nuduh dia yang engga-engga, terus dia males pulang. dia ngajak maen kemana kek. gue ajak aja ke puncak, tapi kita berdua gak ada motor jadi gak jadi. lagian juga lagi rawan begal kan (hayati ogah dibegal abaaaang #apasihlugem) terus terlintaslah di pikiran kita buat ke bandung. akhirnya, ketika jam sudah menunjukkan pukul 9 malam, kita naik angkot ke halte tol barat buat naek bis ke bandung. tapi sampe jam 10 malam bis ke bandung gak ada. kita berdua pun memutuskan buat naek bis ke pasar rebo dulu dan baru naek bis ke bandung.
selama di perjalanan, gue sama dyani cengar-cengir kayak orang gila sambil terus ngomong "eh kita seriusan ini mau ke bandung?" secara kita gak bawa apa-apa. duit di dompet cuman berapa perak, boro-boro bawa baju buat ganti di bandung haha.
akhirnya sampe di pasar rebo jam 10.30 malam. buat persediaan di jalan, kita mampir dulu ke alfamart terdekat buat beli sikat gigi, odol, pantyliner dan aqua 1 liter (biar kembung #plaaak). jam 11 kita naik bis, dan sekitar jam 12 kurang bis berangkat ke bandung.
rasanya masih sedikit percaya gak percaya, gue sama dyani ngelakuin hal ini. kayaknya tadi masih di bekasi gitu, eh sekarang udah di bis mau ke bandung. dan sepanjang perjalanan, kita ngoceh tentang gimana kalo ngetripnya kita lanjutin sampe bali. haha orang sarap emang kan XD
pas bis udah masuk tol, gue pun memutuskan buat tidur walaupun tidurnya juga tidur-tidur ayam. gak tau deh gue ngerasa gak nyaman aja buat tidur, takut ketiduran dan takut kenapa-kenapa. ya secara, kita berdua anak gadis (?) naek bis tengah malem ke bandung. mana gak ada tujuan lagi kan haha.
akhirnya bis sampe di bandung sekitar jam 2.30 pagi. di terminal leuwipanjang kita udah segala di samperin abang taksi sama ojek yang nawarin mau nganterin kita ke tempat tujuan. gue sama dyani otomatis segera nolak, lah, kita aja kaga punya tempat tujuan-_-.
sambil nunggu pagi, kita numpang sarapan di dunkin' (berasa punya duit haha) sambil sekalian tidur ayam (lagi) dan ngerencanain kita mau kemana. akhirnya kita punya tujuan! kita mau ke jogja! naik kereta dari stasiun kiaracondong yang berangkat jam 5.20 pagi!
ketika jam sudah menunjukkan pukul 3.30, gue sama dyani pun melanjutkan perjalanan ke stasiun kiaracondong. namun sayangnya, tiket kereta pasundan tujuan jogja sudah habis. akhirnya kita pun beli tiket keberangkatan besoknya karena kereta pasundan ini hanya sekali perjalanan doang (hiksss). nah sekarang pertanyaannya, apa yang kita lakukan di bandung? secara kita tidak punya sanak saudara disini? gue hubungin temen-temen gue yang ada di bandung (berasa punya temen lu gem-_-), pada belom bangun. akhirnya, sekali lagi, sambil nunggu matahari terik, sehabis solat subuh, gue sama dyani pun tidur ayam di stasiun,
setelah matahari sudah lumayan terik, gue sama dyani memutuskan untuk jalan-jalan ke bandung kota. kita naek kereta lokal dan sampai di bandung kota dengan sangat cepaaat (yaiyalah cuman 2 stasiun doang-_-). di bandung kota kita memutuskan untuk makan nasi padang (karena pilihan itu yang paling murah). sebelumnya, kita mesen tiket lagi dari jogja ke banyuwangi (mengingat tiba-tiba pengen ke bali dan takut keabisan tiket pasundan tadi). abis makan nasi padang, kita pun naik angkot ke alun-alun. nyari mesin pump. hahaha, pinter banget kaga sih? jauh-jauh ke bandung maen mesin pump doang wkwk
sampe di game center gitu, kita pun main pump walau sebenernya udah capek banget. tapi ya rasakan sensasinya gitu main pump di bandung gimana rasanya (ya sama aja sih sebenernya wkwk). terus abis kita main ada anak cewek main pump sama anak cowok gitu rada cina. gue sama dyani langsung pasang target. biasanya anak pump suka ramah gitu. barangkali aja kan gue sama dyani bisa deketin itu anak pump jadi kita ada tempat bernaung sementara.
selesai mereka main, gue pun ngajak kenalan itu cewek yang namanya Amsati. kita ngobrol-ngobrol bentar, terus dia kira gue sama dyani itu orang situ wkwk dia rada kaget bingung gitu pas kita bilang dari bekasi dan tambah syok lagi pas kita gak punya tujuan wkwk. abis itu Amsati pun ngajakin gue sama dyani buat ikut dia nongkrong sama anak pump lainnya. yah, why not?
kita pun pergi ke mall yang namanya Festival City Link dan kenalan sama anak pump lainnya. mereka pada dewa pump. pada jago banget mainnya gue jadi minder..... (hikss). disana ada mesin danzbase juga, tapi gue gak berani maen wkwk soalnya narik perhatian orang banget sih.
terus, ketika hari sudah sore, gue sama dyani pun pamit sama mereka soalnya kita mau nyari baju buat ganti. bau soalnya udah dari kemaren. mana gue sama dyani kaga mandi lagi kan wkwk. akhirnya dapet deh bajunya di alun-alun, baju tulisan bandung gitu haha.
abis itu gue solat magrib dan isya di masjid alun-alun. makan nasi padang sisa tadi (bener-bener dah....) dan ketika jam sudah menunjukkan pukul 8 malam, gue sama dyani pun memutuskan untuk ke stasiun kiaracondong untuk menginap (mengingat kita gak punya tempat bernaung disini).
sampe di stasiun kiaracondong jam 9 malam, gak lama hujan dan cuaca berubah dingin. mamfuang, gue sama dyani gak pake jaket teuing. otomatis kita berdua peluk-pelukkan tas yang gak ada anget-angetnya pisan. sampe jam menunjukkan pukul 11 malam dan salah satu petugas keamanan disitu datengin gue sama dyani. dia nanya gue sama dyani nunggu kereta apa. kita bilang aja pasundan. dia tanya pasundan yang jam berapa. kita jawab pasundan yang jalan jam 5.20 pagi, si petugas langsung kaget. kita pun ngejelasin, kita anak rantau (?) modal nekat dan gak ada tempat bernaung disini (teman pump gue tadi itu anak asrama jadi kaga bisa nginep, sisanya cowok semua-_-). akhirnya petugas itu pun bilang bakal jagain kita berdua selagi kita tidur soalnya yang tidur di stasiun gini bapak-bapak semua wkwk.
udara makin dingin, gue jadi takut dyani tiba-tiba mati kedinginan. gue pun minjem jaket sama petugas keamanan disitu buat dyani. gue juga sebenernya kedinginan sih, tapi gue bener-bener dyani takut mati kedinginan. soalnya daya tahan tubuh dia lebih lemah dari gue ('-')9
akhirnya jam menunjukkan pukul 3.30, gue sama dyani udah bangun dari tidur ayam kita dan memutuskan buat ganti baju karena baju kita udah bau binggo. terus sempet beli popmi buat ngeganjel perut (walaupun gak keganjel) dan jam 4.50 kita pun masuk ke peron stasiun karena bentar lagi kereta jalan. seusai solat subuh, kita pun segera naik kereta. ternyata kita duduk sebangku sama ibu-ibu.
selepas kereta jalan jam 5.20, gue sama dyani pun tidur. ngantuk banget bro seriusan deh. dari kemaren tidur cuman tidur ayam doang. dan tiba-tiba saja di tengah perjalanan, jam 7 pagi gitu, gue ngedenger suara gebrakan keras yang dihasilkan dari orang disebelah gue yang gak jelas jenis kelaminnya apa(digaplok abis ini). gue reflek bangun karena yang dia gebrak itu tempat duduk kita (kita duduk kursinya tiga, dia, gue, dyani). dia yang ngeliat gue langsung bangun gara-gara gebrakan dia pun langsung minta maaf karena bikin gue bangun. gue cuman ngangguk aja. udah hilang mood gue buat tidur. terus ibu-ibu di depan gue ngobrol-ngobrol, nyindir-nyindir, ya khas ibu-ibu lah. ngobrol sedikit ternyata rombongan ibu-ibu ini mau ke surabaya (pasundan itu bandung-surabaya lewat jogja). mereka asli surabaya. setelah agak lamaan ngobrol, ternyata mereka perias pengantin. sebelah gue itu ownernya, namanya Mami Octa. dia dengan senang hati ngasih pin bbnya dan nunjukkin foto-foto riasan pengantin karya dia, serta gaun-gaun pengantin rancangan dia. mancoi. cakep banget. gue jadi ngayal, kapan gue nikah (plaaakkk).
akhirnya jam 14.30 kita sampe di jogja dan say good bye to Mami Octa and friends. perpisahan yang mengharukan (hapahsihlugem). dan di jogja, untung gue punya temen, namanya Novita cuman gue panggilnya Kachan. gue kenal dia dari facebook. facebooknya lionel sih, lionel yang ngenalin, sering cerita-ceritain dia dulu:') (aaaah jadi kangen dia kaaaan!!!).
yah, pokoknya selama di jogja kita diajak jalan-jalan (di kotanya aja sih) dan diberi tempat bernaung :') (makasih kachan sekeluarga I LOVE YOUUU). tapi pas gue sama dyani ngecek jadwal kereta balik dari surabaya/malang/jogja ke jakarta, pada habis semua (ingat, tujuan kita kan bali, udah beli tiket ke banyuwangi juga kan). sedangkan gue sama dyani aja ini udah bolos seminggu (mahasiswi terkutuk wkwk). dan dengan sangat berat hati, kita pun membatalkan kepergian kita ke bali :'(
kita puas-puasin aja 3 hari di jogja, dan yang paling penting GUE KE PANTAIIII UOUOUOUOUO!!!
abis itu di hari ke-3, kita pulang ke jakarta naik kereta progo jam 14.50 dan sampe bekasi jam 11 malem. sampe di bekasi rasanya percaya gak percaya hahaha udah maen jauh sampe ke jogja. ya ke jogja emang bukan pengalaman pertama gue, tapi ngebolang kesana berdua doang modal nekat kayak gini, baru sekali ini doang wkwk.
yah, liburan ke depan mungkin nanti bakal ke bali. yah, tunggu saja. wkwk

gue di pantai parangtritis. lagi ujan sebenernya, si dyani iseng motoin gue wkwk

gue lagiii. dyani mau foto ada ombaknya tapi kabur pas ombaknya dateng wkwk jadilah eug foto sendiri wkwk

Sabtu, 26 Juli 2014

THE NOTEBOOK (REVIEW)


THE NOTEBOOK
Directed by Nick Cassavetes
Starring: Rachel McAdams, Ryan Gosling, Gena Rowland, many more.

SINOPSIS
Cerita diawali dengan seorang kakek tua yang berjalan memasuki sebuah ruangan dimana disana berada seorang nenek seusia dirinya. kakek itu kemudian membacakan sebuah cerita cinta gadis kaya dan lelaki miskin.
Noah Calhoun jatuh cinta pada Allie, seorang gadis kaya yang sedang berlibur musim panas bersama keluarganya ke kota tempat Noah berada. Noah seketika langsung jatuh cinta pada Allie dan mendekati gadis itu hingga akhirnya gadis itu luluh dan jatuh kepelukan Noah. mereka menghabiskan sepanjang musim panas bersama. orangtua Allie yang mengetahui hal tersebut tidak suka dan memutuskan berakhirnya libur musim panas di kota tersebut. Noah pun mengirimi Allie surat tapi suratnya tidak pernah mendapat balasan. merasa membutuh kepastian, Noah segera pergi ke kota tempat Allie berada. namun ia terkejut, Allie sudah memiliki seseorang lain yang ada disisinya. patah hati, Noah pun ikut berpartisipasi ke medan perang dan sekembalinya dari perang, ia membeli sebuah rumah dekat danau yang pernah menjadi tempatnya memadu kasih dengan Allie. dirumah itu pula mereka membicarakan masa depan dan impian mereka agar tetap bersama. Noah pun merenovasi rumah itu sesuai dengan apa yang diinginkan Allie di masa lampau. kemudian, berita tentang rumah renovasi Noah yang ternyata sangat mengagumkan itu, bergerak cepat hingga akhirnya Allie mengetahui hal tersebut. Allie yang didalam lubuk hatinya masih memiliki perasaan pada Noah pun memutuskan untuk menemui pria tersebut guna untuk menanyakan kepastian apa yang terjadi di masa lampau.
mereka pun akhirnya bertemu, Noah pun mengatakan bahwa ia sudah mengirimi Allie surat setiap harinya tapi tak satupun yang dibalas. Allie menyangkal bahwa tidak ada surat dari Noah. disaat itu pula, Noah pun mengungkapkan bahwa perasaannya pada Allie masih belum berakhir, begitu pula dengan Allie. keduanya pun kembali memadu kasih.

PENDAPAT GUE:
sebenernya ini film sama aja kayak film film cinta lainnya. kisah cinta antara yang kaya dan yang miskin. yang miskin ngejar ngejar si yang kaya dan akhirnya si kaya pun tergila gila sama yang miskin. bahkan berani menentang orangtuanya agar bisa sama si yang miskin.
pengambilan gambarnya juga biasa aja sih. gak ada yang spesial.
kalo untuk scene favorit, ada nih. waktu Allie sama Noah naik perahu di danau depan rumah si Noah. itu menurut gue indah banget haha. sama pas waktu mereka ciuman pas ujan ujanan (gambar poster).
cuman sayangnya sih di film ini gak disebutin, Allie tua kenapa bisa kayak gitu. apakah mulai pikun, apakah alzhaimer, atau kah kenapa? sampai dia gak bisa mengingat siapapun termasuk Noah dan anak anak mereka. hingga Noah setiap harinya membacakan cerita tentang kisah cinta mereka berdua, berharap agar Allie bisa ingat dirinya. tapi Allie kenapaaa????
(oke, kalo ada yang tau apa yang terjadi sama Allie, tolong kasih tau gue. gue sih baru beli novelnya, tapi belom abis. berharap menemukan jawaban dari pertanyaan gue tadi). wkwk
RATE: 7,5/10

PEMBELAAN DI CURHATAN ORANG

jadi, malem malem temen gue, Dyani, cerita katanya ada cowok sebut aja namanya W masukkin namanya dia ke blog pribadinya si W itu. dia bilang juga katanya disitu ada nama gue juga. okelah, karena merasa penasaran, gue iseng aja kan liat blog itu dan ternyata bener. disitu ada 1 cerita, yang isinya kejadian gue sama si W ini.
(kalo mau baca nih: http://wirahardi.blogspot.com/2012/05/mencintai-seseorang-yang-mencintai.html)
disitu ceritanya gue lagi suka sama orang (gue gak tau siapa gue lupa udah gak inget) dan saat yang sama dia juga katanya suka sama gue. dan disitu gue jawab pernyataan cintanya dia dengan biasa aja, malah dibilang gue mengacuhkan dia. haha. gue sih ketawa aja bacanya.
yang gue inget, saat itu gue emang sempet smsan sama dia. ya mungkin isi smsnya persis kayak yang dia kirim, gak tau ya gue udah gak inget. dan... emang gue jawab pernyataan cinta dia dengan biasa aja. kenapa? ya abisnya emang gue mesti gimana? emang dia nanya 'perasaan lo ke gue gimana? lo mau jadi pacar gue gak? lo suka gue gak?'. dia kan cuman menyatakan perasaannya doang. terus gue harus gimana.
ada cowok bilang suka sama gue (selain dia), yaudah gue bales aja sekenanya. terus gue mesti gimana? 'gue suka sama lo juga' gitu? 'ayok kita jadian' haha ngarep banget.
kenapa gue menulis tread ini? karena jujur gue masih kesel. seolah olah gue salah besar banget gitu. seolah olah gue tersangka yang kayaknya nginjek nginjek perasaan dia banget gitu. lagian mana gue tau dia suka sama gue juga, gue sama dia aja jarang smsan. dan saat dia bilang suka sama gue itu, adalah sms pertama kalinya setelah sekian lama vakum gak smsan. emang bisa ketauan kalo dia suka sama gue kalo gitu?
orang yang sms gue terus nanyain kabar aja belom tentu gue peka, apalagi itu.
lagian suka kan belom berarti sayang ataupun cinta. suka belom berarti juga ngajak pacaran. suka relatif. gue suka diri gue. gue suka lo. lo. lo. gue suka komik. gue suka film. gue suka apapun yang enak. tapi belom tentu gue sayang kan?

Selasa, 22 Juli 2014

Bad Dreams

tadi malem gue mimpi. gak tau mimpi buruk apa gak buruk tapi gue rasa ini mimpi buruk. entah apa yang membuat gue bisa berpikiran untuk mimpi seperti itu.
berawal ketika pemilihan presiden, nyokap gue pilih presiden Y dan presiden X yang menang. abis itu presiden Y gak terima dan memutuskan untuk melakukan pengambilan kekuasaan atau kudeta dengan cara meminta bantuan para kyai kyai dan para ustad yang dianggap benar dan membunuh para yahudi (gue bingung kenapa bisa begini-_-). tapi ternyata di luar dugaan, presiden Y dan koloni koloninya justru ngebunuh para muslimin yang ada di masjid masjid.
gue yang melihat itu lari ke rumah dan bilang ke keluarga gue apa yang telah gue liat. awalnya nyokap gue gak percaya, tapi gue yakinin dia terus dan akhirnya dia percaya gak percaya. gie kunci rumah. gue tutup tirai rumah. bener bener make it itu tuh kayak gak ada orang. bener bener ketakutan bakal dibunuh.
abis itu tiba tiba aja rumah gue kedatengan tentara gitu. nyokap kakak gue pada kabur. gue tinggal sendiri sama anak kecil yang udah gue suruh ngumpet dibawah meja dapur dan satu anak lagi yang duduk di meja. takut. gue pun terlentang memejamkan mata pura pura mati. si anak kecil ngikutin gue. tentara itu gak percaya gue udah mati. dia bilang 'kok gayanya sama? yaudah solat sana' terus langsung hilang. gue rada gak percaya, gue terus mejamin mata dan mereka menembak gue.
**
secara gak sadar, gue ngerasa hidup kembali. seseorang menghidupkan gue. makhluk asing yang memiliki kekuasaan khusus untuk membangkitkan orang yang mati garagara kudeta presiden Y. gue pun minta agar keluarga gue kembali. mereka mengabulkan. gue pun meluk keluarga gue.
sumpah. gila. serem banget itu mimpi.

Bokap Gue

bokap gue.
kali ini gue mau ceritain tentang bokap gue. yah, walau gue gak mengetahui tentang dia secara langsung dan utuh dari dia sendiri. gue hanya tau dia dari mulut ke mulut. karena dia bukan tipe orang yang seneng curhat. wk.
oke, next.
bokap gue terbilang cukup tua. dia beda 15taun sama nyokap. sebelum nikah sama nyokap, dia seorang pelaut. duitnya banyak dan menyebabkan dia jadi orang yang boros (keknya sifat boros gue ini dari bokap wkwk) dan rada sombong.
waktu bokap pdkt in nyokap juga dia demen banget hambur hamburin duit. nah pas nikah sama nyokap gue, bokap berhenti jadi pelaut dan kerja di perusahaan om gue yang kerjasama sama pln. kata nyokap, kerjaan dia enak. cuman nyuruh nyuruh orang doang buat masangin kabel kabel gitu (jadi kek mandornya gitu). tapi krisis ekonomi taun 1998 memutuskan kerjasama antara perusahaan om gue dan pln. akhirnya perusahaan itu bangkrut (kata nyokap)  dan bokap menganggur (mengingat usianya udah gak produktif lagi). bokap pun jadi tukang ojek sampe sekarang.
bokap gue orangnya keras. kasar (sifat kasar gue dari dia juga kayaknya wkwk). dan cepat marah (dari dia juga sifat gue yang ini wkwk). tapi dibalik sifat bokap yang kek gini, dia itu posesif. protektif sama anak anaknya dan istrinya (mantan). gue gak tau gimana nenek gue mendidik bokap gue hingga dia bisa kayak gitu. huft.
yang gue banggain dari bokap gue? gak tau. gue belum nemuin. yah, mungkin karena kita udah hidup kepisah jadi gue belum menemukan apa yang bisa gue banggain dari bokap. eh ada deng satu haha. bokap gue perhatian sama anak anaknya!! kayak misalnya gue dateng ke tempat dia, pasti gue ditanyain udah makan apa belom :)
terkadang gue kangen figur bokap. tapi sebenernya gue pengen gak pengen ortu gue cerai sih. tapi gimana ya. itu keinginan nyokap gue. bukan keinginan gue pribadi.
gue sih ya, nyokap gue udah dewasa. jauh berpengalaman. dia tau mana yang baik buat dirinya dan yang engga. jadi gue rasa dia bisa tanggung jawab sama apa yang dia lakuin. dan jadilah sekarang. happy single parents.
tapi engga buat bokap. entah kenapa kalo gue ngeliat bokap, gue sedih. gue kangen dirinya yang dulu. dia kayaknya antara marah, kecewa dan sedih, pisah sama nyokap. karena gue yakin dia masih cinta sama nyokap. dan karena rasa cintanya itulah sampe sampe dia benci sama nyokap. karena dia rasa nyokap selingkuh, menemukan pria lain yang lebih baik dari dia, yang pada kenyataannya engga (tapi eung...).
kadang gue mikir, kalo gue diposisi bokap gimana ya. bercerai dari pasangan lu setelah mengetahui bahwa selama lu menikah pasangan lu itu tertekan.
tapi gue rasa bokap gak kayak gitu. dia pasti mikirin perasaan nyokap juga. dia pasti mikirin gimana cara buat nyokap seneng? mikirin gimana cara buat nyokap bahagia? mikirin gimana caranya agar nyokap mencintai dia? mikirin bagaimana caranya agar dia dicintai?
huft. gue curhat jadinya wkwk.
but however the baddest he is, he is still my dad :) ily dad